Black Hole, Tidak Sehitam yang Kita Sangka?

London,senin
Black hole atau lobang hitam, perangkap galaktik yang menyedot segala sesuatu termasuk cahaya, mungkin bukan mesin penghancur seperti yang selama ini dipikirkan, demikian menurut ilmuwan terkemuka, Stephen Hawking.

Pengarang “A Brief History of Time” itu menduga sebagian “informasi” yang terhisap black hole tidaklah lenyap, tapi dilepaskan lagi. Hal ini berlawanan dengan teori terdahulunya mengenai lubang-lubang kosmis tersebut.

Hawking akan mempresentasikan temuan barunya dalam Konferensi Internasional Mengenai Gravitasi dan Relativitas Umum ke 17 di Dublin, Irlandia, Rabu 21 Juli mendatang. Hasilnya barangkali akan bisa membantu para ilmuwan memecahkan misteri “paradoks informasi lubang hitam”, salah satu teka-teki terbesar di dunia fisika modern, yang sesungguhnya timbul karena pemikiran Hawking sendiri.

Tak sehitam yang kita sangka

Hawking, teori sebelumnya bertentangan dengan hukum fisika quantum

Untuk bisa lebih jelas memahami permasalahan ini, baiklah kita kembali ke tahun 1976. Saat itu, Hawking dengan perhitungannya menyatakan bahwa ketika sebuah black hole terbentuk dari bintang raksasa, ia mulai proses penguapan, memuntahkan energi radiasi –yang disebut Hawking radiation– dan mulai kehilangan massa.

Radiasi yang memancar ini, dikatakan Hawking, tidak mengandung informasi mengenai materi-materi dalam lubang hitam atau bagaimana ia terbentuk. Nah, bila akhirnya black hole menguap seluruhnya, maka informasi itu pun akan hilang dan tidak akan pernah terungkap lagi.

“Ketika itu diyakini segala sesuatu yang jatuh ke lubang hitam akan hilang selamanya,” ujar Profesor Matematika di Universitas Cambridge tersebut. “Di lain pihak, radiasi yang dikeluarkan black hole sangat acak dan tidak berbentuk sehingga semua informasi yang jatuh ke dalamnya seolah pasti raib.”

Pernyataan di atas, tentu saja bertentangan dengan hukum fisika quantum yang menyatakan bahwa informasi tidak bisa benar-benar hilang. Untuk menjawabnya, saat itu Hawking mengatakan black hole adalah perangkap kosmis yang gaya tariknya luar biasa besar, sehingga tidak mematuhi teori fisika quantum.

Kini setelah 30 tahun lewat, ilmuwan jenius itu rupanya berubah pikiran. “Beberapa waktu lalu, saya menemukan bahwa lubang hitam ternyata tidak sehitam yang kita sangka,” ujarnya. “Ia ternyata melepaskan informasi melalui apa yang kita sebut sebagai Hawking radiation.”

Berdasarkan pemikiran baru ini, Hawking berpendapat sebenarnya beberapa informasi yang terhisap black hole dapat ditemukan kembali lewat apa yang dipancarkannya melalui radiasi.

Memperkirakan masa depan

Tidak semua infromasi lenyap seiring dengan menguapnya black hole

Untuk mensosialisasikan teori barunya ini, Hawking telah meminta pada Curt Cutler, ilmuwan dari Albert Einstein Institute di Golm, Jerman, sekaligus panitia pertemuan di Dublin agar memberinya kesempatan berbicara di konferensi.

“Ia mengirimkan nota yang bunyinya, ’Saya telah memecahkan teka-teki paradoks informasi lubang hitam dan saya ingin membicarakannya,’” kata Cutler.

Bila apa yang akan dijelaskan Hawking kelak adalah suatu teori yang disepakati, maka berdasar teori itu sebuah black hole bukanlah perangkap yang akan memusnahkan informasi, namun masih memberikan kesempatan pada kita untuk mempelajari masa lalu dan memperkirakan masa depan.

“Sebuah lubang hitam akan muncul saat proses pembentukan dirinya, namun kemudian ia akan membuka diri dan melepaskan informasi-informasi mengenai segala sesuatu yang dihisapnya,” kata Hawking. “Oleh sebab itu kita akan bisa melihat masa lalu dan memprediksi masa yang akan datang.” (Rtr/CNN/BBC/AP/wsn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s